Bulukumba , Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto menerima kunjungan Tim Penilai Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Puskesmas Caile, yang merupakan salah satu puskesmas yang mewakili Kabupaten Bulukumba pada ajang tersebut.
Kepala Puskesmas Caile dr. Marlah dalam laporannya menyampaikan jika Puskesmas yang dipimpinnya merupakan Puskesmas Perkotaan dan Rawat Jalan, membawahi 2 unit Pustu, 6 Poskeslu dan 1 Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren), serta memiliki 2 unit ambulance. Dikatakannya Puskesmas Caile memiliki motto “Kepuasan Anda Tujuan Kami, Kesembuhan Anda Harapan Kami”, sehingga ketika ada keluhan pelayanan dari masyarakat, pihaknya telah menyiapkan kotak saran untuk ditindak lanjuti.
Lebih lanjut dr Marlah menyebut pihaknya telah memakai sistem antri dengan menggunakan layar antri digital. Namun demikian, Puskesmas juga memiliki kursi prioritas yang diperuntukkan kepada warga lanjut usia (manula), ibu hamil, anak di bawah umur 1 tahun dan penyandang disabilitas.
“Jadi keempat kategori prioritas ini, tidak lagi mengambil kartu antrian, tapi dia langsung duduk di kursi prioritas yang telah disiapkan,” ungkap dr Marlah, pada Rabu (12/9/2018).
Untuk layanan persalinan, lanjutnya, sudah beroperasi selama 24 jam yang dipimpin oleh koordinator bidan. Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan ruang ramah anak (tempat bermain) serta pojok jamu untuk mempromosikan penggunaan obat tradisional.
Dari sisi manajemen pendataan, saat ini Puskesmas sudah menggunakan pendataan pasien dengan model Family Folder, bukan lagi Personal Folder. “Jadi data pasien itu dikelompokkan sesuai dengan anggota keluarganya untuk mempermudah menemukan datanya,” bebernya.
Pada kesempatan tersebut, dr Marlah mengaku optimis bisa bersaing dengan puskesmas lainnya dengan segala upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan selama ini. Puskesmas Caile, tambahnya, memiliki 4 gerakan inovasi, pertama Durian yaitu Duta Remaja Peduli Anemia yang berasal dari siswa SMP dan SMA, duta ini aktif melakukan sosialisasi dan kampanye terhadap pencegahan penyakit anemia.
Kedua adalah Perahu Kesorga yaitu Peduli Masyarakat Untuk Sehat dan Bugar dengan mengajak warga untuk selalu senam atau berolahraga. Ketiga Bipa Cermat yaitu Bisa Patuh Cermat Menggunakan Obat, dan yang keempat, Pojok Jamu yang telah disiapkan di puskesmas.
Sementara menurut Tomy Satria Yulianto, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meyakinkan kepada semua pihak bahwa pelayanan di Puskesmas Caile sudah berjalan dengan baik. Tim penilai akan memberi reward sesuai dengan fakta atau kondisi yang ada serta memberikan masukan jika dinilai masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.
Penilaian seperti ini, kata Tomy, bukan pada aspek prosedural saja, namun hal tersebut merupakan upaya untuk memotret kebiasaan-kebiasaan pelayanan yang terjadi selama ini, sehingga tidak ada kamuflase di dalam penilaiannya.
“Kami berharap tim penilai memberikan penilaian secara objektif. Oleh karena jangan sampai mendapat predikat berprestasi, namun masih ada keluhan pelayanan dari warga di kemudian hari,” ungkat Tomy
Pelayan kesehatan itu, tambah Tomy, merupakan pilihan hidup yang luar biasa dan dibutuhkan kemampuan khusus oleh karena mereka menghadapi bermacam karakter dan beragam penyakit. Juga lebih penting dibutuhkan adanya kemampuan respon cepat dari para petugas kesehatan.
Adapun Ketua Tim Penilai, dr. Ribut Pantjarohana menyebut, penilaian Puskesmas Berprestasi ini berbeda dengan lomba-lomba pada bidang kesehatan lainnya, misalnya Bidan, Perawat atau Dokter Berprestasi. Pada lomba ini, yang dinilai adalah tim work yang ada di puskesmas, bukan penilaian kepada pribadi petugas medis.
“Pelayanan puskesmas dan rumah sakit juga itu berbeda. Kalau di rumah sakit, pasien datang dan diobati lalu pulang. Tapi kalau di puskesmas, selain diobati, juga petugas akan melakukan penelusuran penyebab penyakit di lapangan, misalnya penyakit deman berdarah.


Komentar
Posting Komentar